Sabtu, 07 Desember 2013

Pembukaan Kampung Binaan 2013-2014

Minggu 6 Oktober 2013 merupakan hari dimana Kampung Binaan 2013-2014 resmi dibuka. Seperti yang kita tahu, Kampung Binaan HMTL FTSP ITS sudah berlangsung selama 3 tahun, dan periode ini adalah periode ke-4 dari Kampung Binaan. Acara ini dimulai pada pukul 09.00 WIB dan diselenggarakan di balai RT 3 RW 4 Tegal Mulyorejo Baru, Mulyorejo, Surabaya. Pembukaan Kampung Binaan 2013-2014 ini dimulai dengan serangkaian kegiatan dan sambutan oleh Ketua Kampung Binaan 2013-2014, Ketua HMTL 2013-2014, dan Kepala Jurusan Teknik Lingkungan. Tidak hanya itu, pembukaan Kampung Binaan 2013-2014 juga dimeriahkan oleh penampilan dari warga - warga TMB seperti aksi ibu - ibu TMB yang menari menggunakan kostum dari barang bekas, anak - anak kecil yang berdansa, dan dilengkapi dengan tilawah diawal acara.
Pembukaan Kampung Binaan 2013-2014 diresmikan oleh Ketua RT 3 RW 4 dengan pemukulan gong yang merupakan simbolis dan pertanda bahwa Kampung Binaan 2013-2014 resmi dibuka. Selain itu, Acara ini juga dihadiri oleh mahasiswa - mahasiswi Teknik Lingkungan ITS, dosen - dosen Teknik Lingkungan ITS, Warga TMB, beberapa mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Jurusan ITS seperti dari Jurusan Teknik Mesin, Teknik Arsitektur, Teknik Informatika, dsb. Tidak hanya itu, Acara ini juga dihadiri oleh Keluarga Besar SOSMAS BEM ITS.



Tarian Remo dari salah satu anak di Kampung Tegal Mulyorejo Baru




Kata sambutan dari Ketua Kampung Binaan 2013-2014, Habib Prasetia Adi




Pemukulan gong oleh Pak Siswanto Ketua RT 3 RW 4 Tegal Mulyorejo Baru




Performa dari anak anak Kampung Tegal Mulyorejo Baru dengan menggunakan kostum dari bahan bekas




Penampilan dari ibu - ibu warga TMB yang menggunakan kostum dari bahan bekas

Selasa, 16 April 2013

Penutupan Kampung Binaan 2012-2013

Tepat pukul 08.00 WIB berlangsung closing ceremonial dari seluruh rangkaian acara Kampung Binaan HMTL ITS 2012-2013. Acara ini dihadiri beberapa tamu undangan seperti ibu Walikota Surabaya, Dosen Teknik Lingkungan, ormawa-ormawa dari lingkungan kampus serta dihadiri oleh sebagian besar warga Tegal Mulyorejo Baru. Tak terasa lebih dari 8 bulan seluruh masyarakat Tegal Mulyorejo Baru turut serta dalam usaha pelestarian lingkungan kampung mereka. Penutupan bukanlah sebuah akhir, melainkan melahirkan beribu jalan untuk kembali berjuang dalam pelestarian dan konservasi lingkungan. Sampai jumpa dalam Kampung Binaan 2013-2014 !!!

Minggu, 06 Januari 2013

Pelatihan Kerajinan @TMB: Never Ending Creativity

Setelah mendapatkan pelatihan pembuatan kerajinan dari barang-barang bekas dari para instruktur, para warga TMB kembali mengasah kreativitas dalam membuat kerajinan dari barang bekas. Tak hanya dari kain perca ataupun gelas bekas, namun juga memanfaatkan kain flanel yang sebelumnya pernah didemonstrasikan pada saat Kampung Binaan 2010-2011 dimulai.









Selasa, 18 Desember 2012

pelatihan kerajinan barang bekas @TMB

barang bekas tak hanya bisa menjadi sampah, namun dapat berbuah pundi-pundi emas!!! Inilah prinsip yang diterapkan oleh instruktur pelatihan kerajinan barang bekas dari Kampung Wisata Jambangan kepada para warga RW 4 Tegal Mulyorejo Baru. Hari Minggu (18/11) para warga TMB dikumpulkan per RT masing-masing untuk mengikuti pelatihan. Rencananya, pelatihan ini akan dijadwalkan pada Hari Minggu 18 November 2012 dan 2 Desember 2012. Lokasi pelatihan berada di Balai RT 1, Balai RT 3, Balai RT 4 dan Balai RW 4. Acara dimulai pada pukul 10.00 WIB dan diakhiri pada pukul 14.00 WIB. Para warga dimasing-masing RT sangat antusias mengikuti pelatihan pembuatan kerajinan ini dan diharapkan dapat membawa manfaat kedepannya.


Para warga RT 1 dan panitia terlihat antusias dalam pengerjaan tempat tissue

warna-warni

Warga RT 2 bersama panitia antusias menngerjakan pembuatan keset di Balai RW 2


Keset karya warga RT 2

Ibu kerudung ungu ini sangat bersemangat!!

Ini nih baju buatan kita....

Ibu instruktur dengan sigap memberikan pengarahan pada warga




Minggu, 09 Desember 2012

pelatihan kerajinan barang bekas part 2 @TMB

Masih lanjutan dari pelatihan part 1 dua minggu yang lalu, kali ini warga Tegal MulyoRejo Baru kembali berkumpul di masing-masing Balai RT dan Rw untuk kembaili berkreasi dalam membuat kerajinan dari barang bekas. Untuk RT 1 membuat tempat tissue, RT 2 membuat keset dari kain perca, RT 3 membuat pakaian dan RT 4 membuat tudung saji. Walaupun hari minggu tadi sempat diguyur hujan deras, tidak menyurutkan warga tetap membuat kerajinan dari barang bekas dimasing-masing spot. 

Berbeda dari pelatihan part 1, kali ini warga mengaplikasikan ilmu yang diperoleh tanpa didampingi oleh instruktur. Namun karya yang dihasilkan oleh warga TMB tidak kalah bagus dengan yang dibuat oleh instruktur. Hasil kreativitas dari masing-masing RT rencananya akan dipamerkan dalam kegiatan Pasar Seni ITS tanggal 12 Desember 2012 dan Malam Seni Teknik Lingkungan tanggal 14 Desember 2012. Bagi teman-teman yang ingin melihat hasil karya warga-warga Tegal Mulyorejo Baru bisa mengunjungi stand kami :)


Jumat, 16 November 2012

pelatihan pembuatan kerajinan @TMB

Setelah puas berkeliling Kampung Wisata Jambangan 2 minggu yang lalu, warga-warga TMB pun nggak mau kalah dan menunjukkan kreativitas mereka dalam membuat kerajinan dari barang-barang bekas dan dilatih langsung oleh Instruktur dari Kampung Wisata Jambangan. Mau tau selengkapnya??

datang aja ke balai RT 1, RT 3 dan Balai RW 4 di Tegal Mulyorejo Baru, Minggu 18 November 2012 pukul 10.00 WIB

See You!!!!

Rabu, 07 November 2012

kunjungan ke Kampung Wisata Jambangan

Sabtu, 3 November 2012 panitia Kampung Binaan 2012-2013 HMTL ITS bersama warga Tegal Mulyorejo Baru mengadakan kunjungan ke RW 3 Jambangan yang telah menjadi Kampung Wisata sebagai percontohan untuk Program Kampung Binaan lebih baik. Panitia dan warga berangkat dari balai RW 4 pada pukul 09.30 WIB. Acara dibuka dengan sambutan kader-kader lingkungan RW 3 Jambangan di balai RW. 


RW 3 Jambangan dihuni oleh 3800 orang, konsep yang diusung oleh RW 3 adalah "Hemat Energi, Kelola Sampah, Hijau Lingkungan" dan telah 5 tahun sebagai kampung percontohan dalam pengelolaan lingkungan. Terdapat 4 bank Sampah di RW 3 yaitu Pitoe, empatenam, Mandiri, dan Girli. Secara keseluruhan RW 3 menghasilkan sampah 12,5 ton/ bulan. RW 3 mempunyai brand "Kampung Wisata Jambangan" karena berhasil dalam pengelolaan sampah, lingkungan dan telah memiliki instalasi pengolahan air dan instalasi pengolahan air limbah. 


Keberhasilan Kampung Wisata Jambangan tidak lepas dari usaha Pak YAdi dan kader-kader lingkungan RW 3. Pak Yadi adalah pencetus pengelolaan lingkungan khususnya di RW 3 Jambangan, beliau tinggal di Jalan Jambangan VII E RT 3 RW 3 Jambangan. Awalnya beliau membangun komposter manual kecil. Dengan kegigihan beliau dan kader-kader lingkungan, mereka berhasil menyulap kampung yang awalnya kurang sadar dengan pengelolaan lingkungan menjadi kampung wisata yang berwawasan lingkungan.

Dalam kunjungan kali ini, Pak Yadi selaku moderator memberikan materi mengenai komposter manual dan komposter skala rumah tangga. Kedua komposter ini merupakan ikon dari Kampung Wisata Jambangan.
Komposter Komunal
Pengolahan sampah secara komunal di Jambangan telah dimulai sejak tahun 2000 dan beroperasi secara baik sejak tahun 2003, apabila ditotal, telah 12 tahun Jambangan mengelola sampahnya sendiri. Apabila dikumpulkan, sampah yang dihasilkan per RW kira-kira 1 hari itu 1 truk sampah. Di Jambangan telah ada 3 komposter, 2 diantaranya berukuran 4 meter persegi dan sisanya berukuran 8 meter persegi. Ke-3 nya terbuat dari beton dan berbentuk kubus. Komposter dapat menampung sampah sekitar 200-300 kepala keluarga (KK). Suhu pada komposter di pertahankan tetap yaitu sekitar 40-60 derajat celcius, suhu dapat di cek dengan cara dipegang saja bila teras hangat sudah cukup atau dapat dikatakan proses pengomposan berjalan dengan baik. Lubang-lubang yang terdapat pada komposter dipergunakan untuk sirkulasi udara agar pengolahan sampah semakin baik.

Cara memanen kompos adalah:
-   periksa kondisi apakah sudah layak atau belum (warna coklat kehitaman)
-   apabila sudah berwarna coklat kehitaman, kompos yang telah jadi diambil lewat pintu bawah
-  tiriskan komposnya selama 2 hari, kemudian dapat dikemas sebesar kira-kira 5 kg dan dapat dijual untuk membeli barang-barang kebutuhan
-  untuk meningkatkan harga jual pupuk dari komposter bisa di campur dengan pupuk kandang dan lain-lain.
Sebelum dimasukkan ke dalam komposter, sampah terlebih dahulu dicacah dengan perajang sampah, Alat ini telah dimiliki kampung wisata Jambangan dengan kecepatan dapat mencapai 300kg/jam. Sampah dimasukkan lewat pintu atas ke komposter Proses pengomposan berlangsung selama kurang lebih 1-2 bulan.

Komposter Aerob skala Rumah Tangga
Komposter jenis ini dapat digunakan 4-10 orang dalam satu rumah, proses pengomposan selama 2 bulan, komposter ini dapat diisi sayur-sayuran dan lain-lain, tetapi jangan masukkan makanan berkuah ke komposter, tiriskan terlebih dahulu, karena apabila ada nanti dapat menyebabkan lindi, sehingga lebih baik komposter diisi beragam jenis sampah organik.

Jambangan telah memproduksi kompos secara massal

Kemudian Pak Yadi dan kader-kader lingkungan mengajak warga TMB dan panitia Kambin ke RT-RT yang berada di wilayah RW 3. Setiap RT memiliki karakteristik tersendiri dalam pengelolaan lingkungan. Seperti pada RT 7 yang memiliki bank sampah "pitoe". Tidak hanya bank sampah, tetapi juga pemilahan dan  pembuatan barang kerajinan dilakukan tiap hari minggu oleh warga RT 7

Di RT 3 terdapat IPAB (Instalasi Pengolahan Air Buangan) dapat menampung 250 L air, air yang dihasilkan  bersih tapi bukan air minum, sumber air berasal dari sumur rumah-rumah yang sudah tidak dipakai dan air buangan lainnya, selain itu di RT 3 terdapat pula rumah tempat mendaur ulang sampah plastik/kering dan dapat dijadikan kerajinan tangan.

correspondent by Annisa Trimirasti L-29